Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penggunaan Program SAJI MUBA dengan Bupati Musi Banyuasin

.

 

Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Imam Santoso menandatangani perjanjian kerjasama penggunaan Program SAJI MUBA dengan Bupati Musi Banyuasin (MUBA) Dodi Reza Alex Noerdin di Aula Pendopo Bupati MUBA, Sekayu, 18 April 2019. SAJI MUBA merupakan akronim dari Siap Antar dan Jemput Izin Mudah Berbantuan yang berfungsi diantaranya mempermudah masyarakat MUBA mengurus proses perizinan melalui cara kerja jemput bola langsung permohonan pembuatan dokumen kependudukan dan perizinan dari masyarakat. PN Sekayu dengan Pemkab MUBA sepakat akan menggunakan program Kantong Saji untuk memudahkan masyarakat memperoleh Surat Keterangan Tidak Pernah Dipidana dan Surat Keterangan Tidak Pernah dicabut hak pilihnya yang merupakan syarat bagi masyarakat dalam mengikuti pilkada, pilkades dan pemilihan perangkat desa lainnya.

Luasnya wilayah MUBA dengan menjadi salah satu atensi Pengadilan. Tidak jarang ditemukan keadaan dokumen tidak lengkap sehingga petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PN Sekayu tidak dapat memproses dokumen. Keadaan ini menyebabkan masyarakat harus melengkapi dokumen tersebut keesokan harinya dan hal ini menjadikan masyarakat kerap harus bermalam di Sekayu. Dengan Kantong Saji maka masyarakat cukup menghubungi staf tetap kantor kecamatan diwilayahnya yang disebut Mitra Pengadilan. Mitra Pengadilan ini merupakan perpanjangan tangan PTSP Pengadilan yang berfungsi menerima dokumen dengan daftar periksa (checklist) yang telah ditentukan. Lantas bagaimana jika surat keterangan tersebut telah selesai? Tidak perlu datang ke Pengadilan, karena surat keterangan yang diterbitkan PN Sekayu telah ditandatangani secara elektronik dan tersertifikasi BPPT RI. Surat keterangan tersebut akan dikirim ke alamat email kantor camat dan atau ke masyarakat/pemohon.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Prof Dr Diah Natalisa MBA yang hadir dalam peluncuran Program SAJI MUBA mengatakan bahwa peluncuran ini sangat istimewa karena adanya kolaborasi dengan stakeholder lain yaitu Pengadilan Negeri Sekayu yang merupakan instansi vertikal di bawah Mahkamah Agung RI. Dodi Reza Alex Noerdin menambahkan bahwa kerjasama non persidangan dengan Pengadilan merupakan inovasi untuk memberikan pelayanan yang mudah dan kekinian terhadap masyarakat MUBA.

Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Imam Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama antara Pengadilan Negeri Sekayu dengan Pemkab MUBA adalah bentuk sinergi nyata. Sinergi ini dalam rangka meningkatkan akses masyarakat ke pengadilan (access to justice). Oleh karenanya layanan ini tepat diberi nama PTSP Sinergi. Secara khusus disampaikannya bahwa masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang sama yaitu tidak akan dipungut biaya jika dokumen disampaikan melalui kantor kecamatan. Pada akhir sambutannya Imam Santoso mengatakan “Apa yang dilakukan Pemkab MUBA dengan Program SAJI MUBA adalah wujud nyata Pemkab MUBA mewujudkan pelaksanaan misi kedua Mahkamah Agung RI yaitu Memberikan Pelayanan Hukum yang Berkeadilan kepada Pencari Keadilan